So The Smiles GoesOn











{November 29, 2008}   CEPATLAH KEMBALI DALAM PELUKANKU!!

7 hari sudah ku tak bersua dengan mata hangatnya..

tak bersapa dengan senyum manisnya..

tak merasakan genggam hangat tangannya yang besar…

dengan kepergiannya,,,kini aku menyadari,,,

BETAPA AKU MENCINTAINYA

ada kata-kata bijak yang mengatakan:

seseorang tak akan pernah menyadari bahwa sesuatu itu berharga. sebelum sesuatu itu menghilang dari hidupnya..

beruntung bagiku,,,
“dia yang merupakan jawaban semua doaku” tidak benar-benar pergi dari hidupku..

BARU AKU RASAKAN
baru aku rasakan perasaan ini…
perasaan dingin yang sering datang singgah dihatiku ketika kau pergi…

aku sendiri tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata secara gamblang!!!
aku tidak pernah merasakan perasaan dingin ini sebelumnya..
dingin yang hanya bisa kurasakan di dalam hatiku..

bukan hanya sekali-dua kali-tiga kali aku berusaha menghangatkan kembali hatiku dengan cara melupakanmu sejenak!!
berulang kali aku mencoba!!

tapi, semakin kuat aku berusaha, semakin sakit dadaku melawan dingin yang terus menusuk dan pikiranku yang terus melayang padamu disana..

kau menitipkan pesan agar aku jangan terlalu sering memikirkanmu..

tapi yang terjadi justru sebaliknya!!

tiada satu hari pun kulewatkan tanpa air mata rindu padamu disana..

hampir setiap detik kehidupanku selama 7 hari ini, jiwaku, pikiranku, hatiku, dan air mataku hanya tertuju padamu seorang!!

HARI 1
kau terbawa dalam mimpiku karena aku terus menunggu kabar darimu yang ku tak tahu kau ada dimana..
saat terbangun, aku menangis hingga aku akhirnya tertidur lagi…
lima kali air mata ini terus mengalir dalam lima periode berbeda…

setiap kali mengingatmu, aku menangis

aku menangis ketika aku menginjakkan kakiku di kamarmu,,
sebuah ruangan yang mengingatkan aku akan kebahagiaan kita berdua,,

aku menangis ketika aku terbaring menghadap tembok yang dingin,,
berharap lengan kekarmu menahan leherku ketika aku tertidur..

aku menangis ketika aku sedang menghadap cermin,,
mengingatkanku akan kebiasaan kita yeng bercanda di depan cermin,,

aku menangis ketika aku melihat tetes-tetes hujan..
yang memebawaku kembali pada hangatnya pelukanmu dibawah payung yang mungil,,

aku menangis ketika aku sedang bersimpuh pada-Nya,,
berharap kau datang dan menjadi imamku saat itu juga..

aku menangis ketika aku berada di bangku bis sendirian..
tertidur di tengah udara dingin bis yang kosong..
memebawaku kembali ingin merasakan dekap hangat pelukanmu yang berusaha membuatku nyaman tertidur di dalam bis yang dingin kala itu,,

hhhhhhpppppffffff…..

terlalu banyak air mata yang kutumpahkan padamu dalam 7 hari ini,,

aku hanay bisa berdoa :

cepatlah kau kembali dalam pelukanku,,,



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: